Kamis, 18 Juli 2013

Situs Gunung Padang Lagi : Bentuk Terasering Gunung Padang Mulai Tersingkap

Masih tentang Situs Megalit kali ini beritadari Republika on line: Bentuk terasering yang selama ini terkubur di lereng Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, mulai tersingkap, bentuknya beberapa mirip dengan yang ada di situs Machu Picchu, Peru.



Temuan itu terungkap dari hasil eskavasi yang dilakukan di lereng timur Gunung Padang oleh Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang bersama puluhan arkeolog dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB), dan warga sekitar pada 24 hingga 28 Juni 2013.

"Penggalian ini berfokus pada struktur di usia 600 Sebelum Masehi atau termuda dibanding lapisan bangunan atau peradaban di bawahnya dan berlokasi di lereng timur situs Gunung Padang," kata Ketua Tim Arkeologi dari Tim Terpadu Riset Mandiri Situs Gunung Padang, Dr Ali Akbar, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu.

Meski lapisan tanah yang menimbun struktur bangunan belum dikupas seluruhnya, penggalian terakhir berhasil mengungkap beberapa "contoh" bentuk terasering dan memperkuat hasil penelitian tim terpadu sebelumnya tentang keberadaan struktur bangunan di bawah situs Gunung Padang.

Berdasarkan hasil penelitian selama Juni 2013, luasan situs Gunung Padang juga dikoreksi dari 900 meter persegi menjadi 15 hektare.

Penelitian Tim Terpadu Riset Mandiri Situs Gunung Padang masih berlanjut. "Hari Minggu ini saya ada di lokasi lagi. Melanjutkan riset," ujar Ali Akbar.

Penelitian di Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011. Setelah penelitian selama hampir dua tahun, diketahui bahwa Situs Gunung Padang bukanlah situs sederhana melainkan struktur bangunan yang sangat besar.

Para peneliti memperkirakan luas situs itu 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah. Tim geologi memperkirakan susunan batu pada setiap lapisan dalam struktur yang ada di Gunung Padang berbeda usian
ya.

Sumber : Republikaonline : Antara



Senin, 22 April 2013

Lagi Situs Sejarah : Situs Gunung Padang Termegah, Terbesar dan Tertua di Masa Prasejarah Dunia

CIANJUR – Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang mendapati temuan menarik dari hasil ekskavasi di sebelah selatan teras 5. Tim menemukan berbagai batuan, seperti urukan. Tim menduga itu hasil urukan oleh manusia. Meski begitu, apa tujuannya, belum diketahui.

“Dugaan sementara tim, ini hanya untuk menyeimbangkan bangunan. Karena orientasi Gunung Padang ini menghadap Gunung Gede, jadi agak miring dari kontur tanahnya,” ungkap salah satu peneliti, Arkelog UI, DR. Ali Akbar.

Temuan ini kembali memperkuat dugaan Gunung Padang sebagai multi-component site, atau situs yang digunakan oleh lebih dari satu kebudayaan. Sebelumnya, dari hasil pengeboran yang dilakukan Tim Geologi, diperkirakan pernah ada dua lapisan kebudayaan di Gunung Padang.

Berdasarkan perbandingan struktur bangunan Gunung Padang dengan temuan megalitik lain–seperti di Pasir Angin, Lebak Cibadak, atau Pugung Raharjo–sebagian besar arkeolog percaya Gunung Padang berasal dari periode Megalitik antara 2.500 SM hingga 1.500 SM.

Secara garis besar, Ali Akbar mengatakan penelitian ini berhasil menarik kesimpulan bahwa punden berundak Gunung Padang adalah sebuah bangunan yang megah dan luas. Jika sebelumnya area situs Gunung Padang diperkirakan hanya sebatas dari tangga bawah hingga lima teras di atasnya, penelitian ini memperlihatkan bahwa Gunung Padang merupakan sebuah bangunan besar yang dikelilingi terasering. Luasnya mencapai hampir 15 hektar dengan tinggi sekitar 100 meter. Ini sama dengan 10 kali luas Borobudur.

Teknologi pembuatan teraseringnya pun terbilang maju, karena dapat mencegah longsornya bangunan. Menariknya, terasering yang ada di Gunung Padang serupa dengan Machu Picchu. Ini tentu istimewa, sebab Machu Picchu dibangun bangsa Inca sekitar abad 15 Masehi, sedangkan Gunung Padang diperkirakan dibangun pada periode Megalitik di masa prasejarah. Artinya teknologi ini telah berada lebih dulu di Indonesia sekitar 20 Abad sebelum ditemukan di benua Amerika.

Arkeolog dari UI ini mengatakan Gunung Padang bahkan berpotensi menjadi bangunan prasejarah terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, di sebagian besar situs megalitik di wilayah lain, terutama Eropa, umumnya hanya terdiri dari temuan-temuan yang terpisah. Temuan menhir atau sarkofagus biasanya tersebar di suatu kompleks besar, tapi tidak berada dalam satu bangunan.

Sedangkan di Gunung Padang, semua merupakan satu unit kompleks bangunan. Di dalamnya juga ditemukan berbagai menhir dan teras, yang diduga para ahli digunakan untuk tempat pemujaan.

“Prospek ini menjadikan Gunung Padang sebagai bangunan prasejarah terbesar di dunia, sangatlah besar. Ada yang memperkirakan situs ini bisa berasal dari 500 SM. Tapi, menurut perkiraan kami, Gunung Padang berasal dari usia yang lebih tua,” demikian DR.Ali Akbar. (GK). 

dikutip dari : www.koridortimur.com

Sajakku Bukan untuk Kartini, tapi Istriku

Istriku, anak kita telah lahir
Istriku, air susumu adalah nyawa anakku
Istriku, andai kamu tidak memberi ASI untuk anakku
ku tak kan menututmu, mungkin ada asupan selain itu!

tapi jika Kau menetek untuk anakku,
kau adalah Kartini sejati dihatiku.

-Suami & Adel kecilmu-

Rabu, 21 November 2012

Beberapa Padanan Kata Dalam Dunia Maya ?

Beberapa padanan kata atau persamaan kata lebih tepatnya penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia ada beberapa di muat dalam situs Tribun Timur.com. Bandung. Komunitas Duta Bahasa Jawa Barat mensosialisasikan padan kata istilah internet dalam bahasa Indonesia yang selama ini masih dalam bahasa asing. Mereka berharap bisa mendorong masyarakat berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Hal itu dilakukan dalam acara Hari Tanpa Kendaraan di Jalan Dago, Minggu (28/10/2012). Para duta bahasa membagikan kertas berisi glosarium padan kata istilah internet maupun kuliner kepada warga yang melintas. Ada pula glosarium yang dibentuk menyerupai kipas.

"Tujuannya agar mudah diingat sambil mendingingkan badan," kata Annatasya Maryana, Wakil Ketua I Komunitas Duta Bahasa Jabar.

Beberapa istilah teknologi informasi yang disediakan padanan katanya adalah account dengan akun, add on dengan pasang tambah, buffer dengan penyangga, hingga hastag dengan tagar atau tanda pagar. Istilah dalam twitter juga disediakan yakni mention dengan gamitan atau follower dengan pengikut.

Ada pula istilah kuliner seperti brunch menjadi sarapan siang, finger food menjadi makanan puluk, roast duckmenjadi bebek pacak, serta seafood jadi boga bahari.

Annatasya menjelaskan, kampanye berbahasa Indonesia dilakukan berbarengan dengan peringatan 84 tahun Sumpah Pemuda dengan salah satu isinya menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia

Editor : Edi Sumardi
Sumber : tribuntimur.com

Kamis, 28 Juni 2012

Luas Situs Gunung Padang Diyakini Lebih Luas dari Candi Borobudur

Luas situs megalit Gunung Padang, di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jabar, diyakini 10 kali lebih luas dari Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Demikian dikemukakan arkeolog Ali Akbar, tim terpadu penelitian mandiri Gunung Padang, Minggu (24/6/2012). Ia mengatakan keyakinan itu, berdasarkan hasil setelah dibukanya struktur di bagian timur situs tersebut. Ali Akbar menjelaskan, pihaknya menemukan 20 lebih terasering yang menjadi bagain dari konstruksi Gunung Padang saat ini. Terassering itu, diperkirakan terus memanjang hingga 200 meter lebih dari konstruksi punden berundak, tersusun dengan rapi.

"Hingga saat ini, kami telah mencapai jarak seratus meter keberadaan teras sering di bagian timur, hingga utara secara melingkar. Ini 10 kali lebih luas dari Borobudur," katanya.

Sementara untuk struktur di bagian selatan, tim mendapatkan kesulitan karena di bagian selatan kondisi teras-teras yang ditemukan, telah berantakan. Hal itu diduga akibat bencana besar di masa lalu yang menyebabkan konstruksinya longsor dan hancur.

Namun tim masih menemukan sisa struktur berupa bagian teras kecil. Untuk eskavasai di bagian barat, tim terkendala tumpukan tanah akibat longsor dari bukit yang ada di sebelahnya. Di sebelah barat ini, tumpukan tanah diperkirakan jauh lebih tebal dibandingkan dengan di wilayah timur dan selatan. Untuk wilayah ini tim hanya menyusuri struktur dari permukaan.

"Dari setiap sudut ditemukan beberapa tangga, yang diduga jalan untuk masuk ke puncak punden berundak, yang diperkuat adanya mata air di setiap gerbangnnya. Paling kuat mengenai pintu masuk kebagain dalam perut situs, dan jalur yang memungkinkan dari bagian timur," tuturnya.

Berbagai langkah dan metode terus dilakukan kelompok kecil arkelog yang masih bekerja di sekitar kawasan itu, dengan memfokuskan riset di wilayah timur.

Sumber : Kompas.Com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...