Rabu, 07 Desember 2011

Pemerintah Diminta Cepat Merespons Temuan Piramida di Garut


Ini Masih tentang "Pyramida' Garut, - Tim Katastropik Purba yang melakukan penelitian intensif menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip dekat Wanaraja Garut, Jawa Barat.

Terkait hal tersebut,Forum Guru Besar Kebijakan Publik meminta agar pemerintah baik daerah maupun pusat dapat dengan cepat memanfaatkan temuan ini semaksimal mungkin.

Anggota Forum Guru Besar Kebijakan Publik Zaidan Nawawi, mengatakan, sebagaimana lokasi pariwisata lain di belahan dunia, Pemerintah Pusat dan daerah tidak harus menunggu selesainya proses eskavasi dan lainya untuk mengembangkan kepariwisataan di kabupaten Garut.



Menurutnya, hal itu dikarenakan para wisatawan memiliki banyak motif, diantaranya motif fisik, motif budaya, motif interpersonal dan motif status.

"Sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan secara maksimal hasil temuan Tim Katastropik Purba di Kabuten Garut untuk diantaranya meningkatkan perekonomian
masyarakat," kata Zaidan dalam pesan elektroniknya kepada okezone, Selasa (6/12/2011) malam.

Pariwisata menurutnya merupakan fenomena kemasyarakatan yang menyangkut manusia, masyarakat, kelompok, organisasi, kebudayaan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, lanjut Zaidan, perlu adanya perhatian terhadap temuan-temuan peninggalan purbakala tersebut.

"Pemerintah pusat dan daerah perlu menyiapkan bahan pendukung dan narasi yang memudahkan wisatawan dalam menikmati narasi terhadap objek wisata di wilayah
temuan Tim Katastropik Purba di Kabupaten Garut," kata dia.

Zaidan menambahkan, perlua adanya kajian lebih dalam mengenai sejumlah masalah kepariwisataan dalam berbagai aspeknya. Hal ini dikarenakan pariwisata telah menjadi aktivitas sosial ekonomi dominan bagi masyarakat dewasa ini. Bahkan, disebut-sebut sebagai industri terbesar sejak akhir abad ke-XX yang juga menyangkut pergerakan barang, jasa dan manusia dalam skala terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia.

"Pariwisata bukanlah suatu kegiatan yang beroprasi dalam ruang hampa. Pariwisata sangat terkait dengan masalah sosial, politik, ekonomi, keamanan, ketertiban, keramah-tamahan, kebudayaan, kesehatan, termasuk berbagai institusi sosial yang mengaturnya," kata Zaidan.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arif, mengatakan, beberapa hasil penelitian Tim Katastropik Purba ini telah disampaikan kepada publik. Diantaranya rekomendasi agar tiga gunung di Jawa Barat yakni Gunung Kaledong, Gunung Putri, dan Gunung Haruman dijadikan sebagai cagar budaya.

Dia menambahkan, dibentuknya Tim Katastropik Purba bertujuan meneliti bencana besar dimasa lalu yang berpotensi terulang. Tujuannya adalah sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan korban bencana alam seperti korban gempa dan tsunami di Aceh pada tahun 2004.

"Dalam penelitian di objek seperti Sesar, Patahan, Gunung dan lainnya di sepanjang wilayah Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali dan lainnya. Penemuan keadaan geologis dibawah tanah yang memiliki ciri merupakan buatan manusia seperti yang terjadi di Gunung Sadahurip Garut dan lainya, dalam prakteknya segera dilaporkan dan dikoordinasikan Tim Katastropik kepada instansi terkait, termasuk Ditjen Sejarah dan Purbakala untuk ditindaklanjuti," tukasnya.

Sumber : Okezone.com

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...