Rabu, 21 Desember 2011

Tim 'Piramida Garut' Tak Ingin Berpolemik

Tim Katastropik Purba yang dibentuk Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana memastikan seluruh hasil penelitian yang ditemukan, termasuk dugaan Piramida Garut, merupakan milik bersama yang akan diserahkan secara resmi kepada instansi terkait seperti Arkeologi Nasional (Arkenas) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban Tim Katastropik Purba terhadap ilmu pengetahuan dan kemanusian.

Anggota Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Iwan Sumule, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Senin, 19 Desember 2011 mengatakan, tim telah mendiskusikan seluruh hasil temuan dengan Ditjen Sejarah dan Kepurbakalaan, arkeolog, dan Arkenas.

"Harapan kita, mengutip pendapat Prof.DR.Zaidan Nawawi Msc, Guru Besar Sosiologi dari Forum Guru Besar Kebijakan Publik, masyarakat dan intansi kepariwisataan terkait dapat sesegera mungkin memanfaatkan hasil temuan ini," kata Iwan.


Dia menjelaskan, Tim Katastropik Purba sebetulnya bertugas melakukan penelitian secara mendalam terhadap bencana-bencana besar pada masa lalu terutama pada masa purba yang berpotensi mengulang.

Selama ini, sesuai ilmu pengetahuan kebencanaan, seperti yang terjadi di Aceh pada 2004, bencana tersebut mengulang dan berpotensi memakan korban yang tidak sedikit.

Dalam perjalanan penelitian, di beberapa tempat seperti di Jawa Barat, Jawa Timur Sumatra Selatan dan lain-lain wilayah, termasuk di Kabupaten Garut, Tim Katastropik menemukan fenomena yang tidak alami dan diduga kuat "man made" (buatan manusia) terkubur dibawah tanah.

"Tentu saja, apa yang ditemukan oleh Tim Katastropik adalah temuan bersama dan sesuai dengan UU No.11 Tahun 2010 tentang "Cagar Budaya" Tim Katastropik sedang dalam proses melaporkan temuan tersebut ke instansi terkait, baik kepada Pemda dan Pemerintah Pusat secara resmi," kata Iwan.

Tim katastropik purba, lanjutnya, kini tengah fokus pada penelitian dan langkah-langkah mitigasi terhadap bencana-bencana katastropik yang berpotensi mengulang.
Selain itu, tim juga tengah meniliti sumber-sumber bencana alam yang telah mengakibatkan peradaban-peradaban, termasuk bangunan-bangunan "man made" tersebut terkubur dibawah tanah. "Tim Katastropik tidak ingin temuan ini menjadi polemik antar disiplin ilmu," kata Iwan.

Sumber :vivanews.com

1 komentar:

H. Nizam mengatakan...

Salam kenal,

Terima kasih anda telah berkunjung, komentar dan follow blog saya di Google Friend Connect.

Saya sudah follow balik (No: 8).

multibrand

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...